SELAMAT DATANG DI INFORMASI SEKOLAH RINTISAN
SMA NEGERI 1 TALANG KELAPA SELALU DIJADIKAN SEBAGAI SEKOLAH RINTISAN SETIDAKNYA CATATAN DI BAWAH INI UNTUK MENGINGATKAN KITA BAHWA SMAN 1 TALANG KELAPA TELAH BEBERAPA KALI DIJADIKAN RINTISAN PENDIDIKAN DI TINGKAT SMA BAIK DITUNJUK MAUPUN MELALUI SELEKSI. BAIK SELEKSI TINGKAT KABUPATEN, PROVINSI MAUPUN PUSAT
PERTAMA SEBAGAI RINTISAN SEKOLAH PELAKSANA KURIKULUM 2004 TAHUN 2003/2004 s.d. 2005/2006
KEDUA SEBAGAI SEKOLAH RINTISAN BERBASIS TIK TAHUN 2006/2007
KETIGA SEBAGAI SEKOLAH RINTISAN KATAGORI MANDIRI MULAI TAHUN 2007/2008
SOSIALISASI DILAKSANAKAN DI HOTEL BUDI PALEMBANG BULAN JUNI NANTI SOSIALISASI DAN PENYUSUNAN PROPOSAL DI MEDAN UNTUK REGION I
| NO |
NAMA SEKOLAH |
KABUPATEN/KOTA |
TAHUN |
| 1 |
SMAN 1 PALEMBANG |
PALEMBANG
|
2007/2008 |
| 2 |
SMAN 3 PALEMBANG
|
PALEMBANG
|
2007/2008 |
| 3 |
SMAN 1 TALANG KELAPA
|
BANYUASIN
|
2007/2008 |
| 4 |
SMAN 1 INDRALAYA
|
OGAN ILIR
|
2007/2008 |
| 5 |
SMAN 2 PRABUMULIH
|
PRABUMULIH
|
2007/2008 |
| 6 |
SMAN 3 KAYU AGUNG
|
KAYU AGUNG
|
2007/2008 |
| 7 |
SMAN 1 LAHAT
|
LAHAT
|
2007/2008 |
| 8 |
SMAN 1 PAGAR ALAM
|
PAGAR ALAM
|
2007/2008 |
BAB I
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Peraturan Pemerintah
Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP), Pasal 11, Ayat 3
yang menjelaskan beban belajar untuk SMA/MA/SMLB, SMK/MAK atau bentuk lain yang
sederajat pada jalur pendidikan formal kategori mandiri dinyatakan dalam satuan
kredit semester (SKS). Penjelasan pasal 11, Ayat 2 dan 3 menyatakan bahwa yang
dimaksud dengan sekolah kategori mandiri (SKM) adalah sekolah yang telah
memenuhi atau hampir memenuhi Standar Nasional Pendidikan. Terkait dengan SKS
disebutkan bahwa khusus untuk SMA/MA/SMLB, SMK/MAK atau bentuk lain yang
sederajat dan berkategori mandiri harus menerapkan sistem SKS jika menghendaki
tetap berada pada kategori mandiri. Berdasarkan isi dan penjelasan Pasal 11,
Ayat 2 dan 3 tersebut di atas maka dapat disimpulkan bahwa sekolah kategori
mandiri adalah sekolah yang telah memenuhi atau hampir memenuhi SNP dan
menerapkan sistem SKS.
Berbagai upaya
ditempuh agar alokasi sumberdaya Pemerintah dan Pemerintah Daerah
diprioritaskan untuk membantu sekolah menuju kategori mandiri. Sebagai realisasi
dari kebijakan tersebut di atas, Direktorat Pembinaan SMA pada tahun anggaran
2007 telah memprogramkan rintisan sekolah kategori mandiri di 440 SMA yang
tersebar di 32 Provinsi. Tujuan dari rintisan SKM adalah memberikan bimbingan
dan pendampingan pada sekolah agar mencapai kategori mandiri. Selain itu,
sekolah rintisan dimaksud juga diharapkan akan dapat dijadikan sebagai model SKM
yang menjadi binaan Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota dan sekaligus
dapat menjadi model SKM bagi sekolah lain di sekitarnya.
Program rintisan SKM
pada tahun anggaran 2007 terdiri dari berbagai kegiatan antara lain: penyusunan
konsep SKM dan konsep SKS, penyusunan program rintisan SKM, penyusunan panduan
pelaksanaan rintisan SKM, sosialisasi program rintisan SKM, pemilihan SMA
rintisan SKM, TOT petugas verifikasi, verifikasi SMA rintisan SKM, asistensi dan
bimbingan teknis, dan supervisi pelaksanaan rintisan SKM. Untuk mendukung
pelaksanaan kegiatan tersebut, Direktorat Pembinaan SMA juga akan memberikan
bantuan dana block grant kepada 440 SMA rintisan SKM melalui dana dekonsentrasi
di Dinas Pendidikan Provinsi.
Kegiatan
pemilihan dan penetapan SMA rintisan SKM, verifikasi dan penyaluran dana
bantuan/block grant rintisan SMA dilakukan oleh Dinas Pendidikan Provinsi
mengacu pada ketentuan yang telah ditetapkan oleh Dit. Pembinaan SMA. Setelah
Dinas Pendidikan Provinsi menetapkan SMA rintisan SKM, maka terhadap sekolah
yang telah ditetapkan tersebut perlu dilakukan inventasisasi kondisinya sebagai
dasar untuk melakukan peta kondisi awal dan bentuk pembinaan sesuai dengan
kondisinya melalui kegiatan verifikasi.
B. Tujuan
Verifikasi
rintisan SMA kategori mandiri dilaksanakan dengan tujuan:
1. Mengidentifikasi kondisi riil sekolah berdasarkan profil SMA kategori
mandiri, yang mencakup:
a. Standar isi dan standar kompetensi lulusan
b. Standar proses
c. Standar pendidik dan tenaga kependidikan
d. Standar sarana dan prasarana
e. Standar pengelolaan
f. Standar pembiayaan
g. Standar penilaian
2.
Melakukan analisis kesenjangan antara kondisi riil sekolah dengan profil SMA
kategori mandiri
3.
Mengidentifikasi komponen/isi kegiatan yang harus disusun oleh sekolah (dalam
bentuk program kerja sekolah) dalam rangka pengembangan SKM selama tahun
pelajaran 2007/2008, berdasarkan hasil analisis kesenjangan pada butir 2 di
atas.
4.
Mendiseminasikan mekanisme dan teknik penyusunan program kerja SMA rintisan
kategori mandiri.
5.
Melakukan pemetaan kondisi awal sekolah rintisan kategori mandiri per provinsi
dan nasional.
C. Sasaran
Verifikasi
rintisan SMA kategori mandiri dilakukan di 440 SMA yang telah ditetapkan oleh
Dinas Pendidikan Provinsi yang tersebar di 32 Provinsi (Daftar Kuota Sekolah
terlampir, Lampiran 1)
D. Hasil
yang Diharapkan
Hasil yang diharapkan
dari verifikasi rintisan SMA kategori mandiri adalah:
1. Adanya
informasi yang obyektif dan akurat tentang kondisi riil sekolah berdasarkan
hasil identifikasi/verifikasi profil SMA kategori mandiri.
2.
Teridentifikasinya kesenjangan antara kondisi riil sekolah dengan profil SMA
kategori mandiri.
3.
Teridentifikasinya komponen/isi program kerja sekolah berdasarkan hasil analisis
kesenjangan
4. Sekolah
memahami mekanisme dan mampu menyusun program kerja SMA rintisan kategori
mandiri sesuai dengan panduan yang telah ditetapkan Dit. Pembinaan SMA.
5.
Tersusunnya peta kondisi awal sekolah rintisan kategori mandiri per provinsi dan
nasional
BAB II
PELAKSANAAN
A.
Pengorganisasian
Verifikasi
rintisan SMA kategori mandiri dikoordinasikan dan dilaksanakan langsung oleh
Dinas Pendidikan Provinsi mengacu pada Panduan Verivikasi (Hard Copy dan Soft
Copy) yang disiapkan oleh Dit. Pembinaan SMA.
B.
Waktu dan Tempat
Verifikasi
rintisan SMA kategori mandiri dilaksanakan minimal selama 2 (dua) hari di 440
SMA yang tersebar di 32 Provinsi antara tanggal 2-14 April 2007 (Daftar kuota
sekolah terlampir, Lampiran 1). Dinas Pendidikan dapat menetapkan jadwal
pelaksanaan supervisi sesuai dengan kesiapan petugas, jumlah sekolah rintisan
kategori, dan jadwal yang telah ditetapkan oleh masing-masing provinsi.
C.
Petugas Verifikasi
1. Unsur
dan Jumlah Petugas
Petugas
verifikasi berasal dari unsur Dinas Pendidikan Provinsi yang telah mengikuti TOT
Petugas Verifikasi SMA Rintisan Kategori Mandiri, baik yang diselenggarakan di
tingkat Pusat (Dit. Pembinaan SMA) maupun TOT yang diselenggarakan Dinas
Pendidikan Provinsi setempat. Petugas yang ditugaskan melakukan verifikasi dan
jadwal pelaksamaam supervisi di setiap sekolah di tetapkan oleh masing2
provinsi, dengan memperhatikan jadwal yang telah ditetapkan oleh Direktorata
Pembinaan SMA.
2. Tugas
dan tanggungjawab Petugas
a.
Melakukan temu awal pada hari pertama dengan Kepala Sekolah dan staf yang
ditunjuk untuk menjelaskan maksud, tujuan, kegiatan dan jadwal verifikasi di
sekolah
b.
Menunjukkan surat tugas masing-masing.
c.
Melakukan studi dokumen dan studi lapangan untuk mengumpulkan kebutuhan data dan
informasi sesuai dengan instrumen verifikasi rintisan sekolah kategori mandiri,
dan wawancara.
d.
Melakukan justifikasi “Kondisi Sekolah Saat Ini” berdasarkan hasil kegiatan
butir c, dengan cara menilai tingkat ketersediaan/terpenuhinya baik kualitas
maupun kuantitas dari seluruh aspek dan indikator pada tujuh komponen profil SMA
kategori mandiri, yang meliputi: standar isi dan standar kompetensi lulusan,
standar proses, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan
prasarana, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan
(sebagaimana tercantum pada Buku 2 tentang Profil SKM)
e.
Memberikan rekomendasi komponen/isi kegiatan program kerja sekolah berdasarkan
hasil butir d.
f.
Mendiseminasikan mekanisme dan teknik penyusunan program kerja sekolah rintisan
kategori mandiri.
g.
Melakukan temu akhir pada hari kedua dengan Kepala Sekolah dan staf/guru yang
ditunjuk sebagai Penanggungjawab pengembangan SKM pada sekolah yang
bersangkutan, untuk menjelaskan antara laian tentang:
- proses dan hasil pelaksanaan verifikasi
- proses penyusunan program kerja sekolah, dan
- proses penilaian program kerja sekolah.
h.
Mengolah data, menyusun dan menyerahkan laporan hasil verifikasi kepada:
-
Sekolah
yang bersangkutan
untuk digunakan sebagai acuan dalam penyusunan program kerja sekolah, dalam
bentuk dokumen laporan (hard copy)
-
Dinas
Pendidikan Provinsi/Kab/Kota
setempat sebagai laporan pelaksanaan verifikasi, dalam bentuk dokumen laporan
(hard copy), yang akan digunakan sebagai acuan dalam melakukan Pembinaan pada
sekolah yang bersangkutan.
-
Penanggungjawab Kegiatan dan PUMK
Peningkatan Mutu SMA di Provinsi setempat, dalam bentuk hard copy/soft copy,
sebagai acuan dalam pelaksanaan penilaian program kerja sekolah lebih lanjut.
D.
Perangkat Verifikasi
Perangkat
Verifikasi rintisan SMA kategori mandiri terdiri dari:
1. Panduan
verifikasi (Hard Copy dan Soft Copy)
2. Instrumen verifikasi (Had Copy dan Soft Copy)
E.
Responden
Responden
Verifikasi rintisan SMA kategori mandiri Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah,
Guru mata pelajaran, Guru BK, Staf TU, Siswa sebagaimana terlampir (Lampiran
2).
F. Strategi Pelaksanaan
1. Temu Awal
Temu awal
merupakan kegiatan pertemuan antara Petugas Verifikasi dengan Kepala Sekolah dan
staf yang ditunjuk sebagai penanggungjawab pengembangan SKM untuk menjelaskan
tentang: maksud, tujuan, jadwal, responden, dan substansi materi pelaksanaan
supervisi.
Selanjutnya, sekolah diminta untuk menunjuk 1-2 orang personil (Guru dan/atau
Staf TU) untuk mendampingi Petugas selama melaksanakan verifikasi sampai dengan
pengolahan hasil. Kegiatan temu awal diupayakan tidak menggunakan waktu terlalu
lama (30-45 menit).
Selain itu,
sekolah juga diminta untuk menyiapkan ruang kerja dan 1 (satu) unit komputer
yang dapat digunakan oleh petugas verifikasi untuk mendukung pelaksanaan
kegiatan pengumpulan dan pengolahan data.
2. Pelaksanaan Verifikasi
a. Pengumpulan Data dan Informasi
Pengumpulan
data dan informasi dilakukan melalui wawancara, studi dokumen dan studi
lapangan:
§
Wawancara
Wawancara
merupakan kegiatan diskusi dan tanya jawab dengan responden berkaitan dengan
materi verifikasi. Substansi wawancara mengacu pada instrumen verifikasi sesuai
dengan jenis respondennya (lihat lampiran 2).
§
Studi
Dokumentasi
Studi
dokumentasi merupakan pengecekan ketersediaan, kualitas dan kebenaran dokumen
yang terkait dengan substansi verifikasi seperti : dukumen KTSP, silabus, RPP,
bahan ajar/buku perpustaan, dokumen penilaian, data ketenagaan/kesiswaan dan
data pendukung lain.
§
Studi/Observasi Lapangan
Studi
lapangan merupakan pengamatan langsung pada obyek verifikasi seperti: ruang
kelas, laboratorium, perpustakaan, lingkungan belajar, infrastruktur TIK, dan
lain-lain.
Secara
teknis, kegiatan wawancara, studi dokumen dan studi lapangan tidak dilakukan
secara terpisah tetapi dapat dilakukan secara simultan sesuai dengan
karakteristik obyek supervisi.
b. Pengolahan Hasil dan Perumusan Program Kerja
Pengolahan
hasil merupakan kegiatan pengisian instrumen verifikasi sekolah kategori
mandiri, dengan menggunakan format (software) yang disiapkan oleh Direktorat
Pembinaan SMA, dengan sistem komputerisasi.
Kegiatan
pengolahan data dan penyusunan laporan dilakukan secara simultan selama kegiatan
verifikasi berlangsung, dan harus sudah selesai pada saat kegiatan verifikasi di
sekolah yang bersangkutan berakhir.
Pengolahan
hasil verifikasi dilakukan melalui pengisian kolom ”Kondisi Nyata Saat Ini”,
yang dilakukan secara professional judgement dengan mengacu pada hasil
wawancara, studi dokumen dan studi lapangan.
Pada
kegiatan pengolahan hasil hendaknya dapat ditekan sekecil mungkin unsur
subyektivitas petugas, sehingga hasilnya benar-benar menggambarkan kondisi riil
sekolah pada saat verifikasi dilakukan. Dominasi subyektivitas petugas akan
sangat merugikan sekolah karena akan diperoleh hasil semu sehingga dapat
berakibat pada kesalahan pembinaan yang akan dilakukan oleh Dit. Pembinaan SMA
dan Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota.
Berdasarkan
hasil justifikasi ”Kondisi Nyata Saat ini”, petugas menyusun draf program
kerja sekolah di kolom ”Program Kerja Sekolah”. Penyusunan program kerja sekolah
dilakukan terhadap Aspek/Indikator yang Kondisi Nyata Saat Ini belum memenuhi
kategori (tidak diberi tanda
Ö).
Kegiatan
pengolahan hasil dan perumusan program kerja dilakukan oleh Petugas verifikasi
bersama-sama dengan penanggungjawab program SKM yang ditunjuk oleh Kepala
Sekolah.
c. Penyepakatan Hasil dan Informasi Penyusunan Program Kerja Sekolah
Setelah
dipastikan instrumen verifikasi sekolah kategori mandiri terisi secara lengkap,
maka Petugas verifikasi melakukan pertemuan dengan Kepala Sekolah dan staf yang
ditunjuk untuk menangani program SKM untuk menjelaskan sekaligus menyepakati
hasil verifikasi baik yang berkaitan dengan justifikasi ”Kondisi Nyata Saat Ini”
maupun substansi ”Program Kerja Sekolah”.
Pihak
sekolah diberi kesempatan untuk memberikan penjelasan terhadap hasil verifikasi
yang belum lengkap dan/atau tidak sesuai dengan persepsi sekolah. Dalam hal
terdapat perbedaan pendapat yang signifikan, hendaknya sekolah dan Petugas
verifikasi melakukan peninjauan ulang untuk dicapai kesepakatan bersama.
Setelah
terjadi persamaan persepsi tentang hasil verifikasi, maka Petugas dan Kepala
Sekolah menandatangani hasil verifikasi minimal dalam 5 (lima) rangkap,
masing-masing untuk: Sekolah, Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Dinas
Pendidikan Provinsi, PUMK Peningkatan Mutu SMA Provinsi yang terkait dan dan
Dit.
Pembinaan
SMA.
Jadwal
Pelaksanaan Kegiatan Supervisi terlampir (Lampiran 3)
G. Alur Kegiatan
H.
Pelaporan
Instrumen
Verifikasi dirancang sekaligus sebagai laporan Petugas Verifikasi. Oleh karena
itu setelah pihak sekolah menyatakan setuju dengan hasil verifikasi maka petugas
menggandakan hasil verifikasi dalam 5 (lima) rangkap seperti dijelaskan pada
butir F.2.c di atas.
Petugas
menyerahkan hasil verifikasi selambat-lambatnya satu minggu setelah verifikasi
selesai kepada Dinas Pendidikan Provinsi setempat. Kemudian Dinas Pendidikan
mengirimkan secara kolektif hasil verifikasi seluruh SMA di wilayahnya, dan
menyampaikan ke Direktorat Pembinaan SMA, Selambat-lambatnya satu minggu setelah
selesai kegiatan verifikasi di wilayahnya, dialamatkan Kepada:
Direktur
Pembinaan SMA
U.p.
Kasubdit Pembelajaran
Kompleks
Depdiknas, gd. B . Lantai 1, Jl. RS Fatmawati, Cipete Jakarta Selatan
I.
Pembiayaan
Seluruh
pembiayaan kegiatan verifikasi dibebankan kepada anggaran Dinas Pendidikan
Provinsi setempat tahun 2007 sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Lampiran 1.
Sebaran rintisan SMA kategori mandiri per provinsi
JUMLAH
RINTISAN SMA KATEGORI MANDIRI PER PROVINSI
TAHUN
ANGGARAN 2007
|
No. |
Provinsi |
Jml Sekolah |
|
1. |
DKI Jakarta |
35 |
|
2. |
Jawa Barat |
45 |
|
3. |
Jawa Tengah |
60 |
|
4. |
DI Yogyakarta |
30 |
|
5. |
Jawa Timur |
63 |
|
6. |
Nangroe Aceh
Darussalam |
10 |
|
7. |
Sumatera Utara |
25 |
|
8. |
Sumatera Barat |
24 |
|
9. |
Riau |
7 |
|
10. |
Jambi |
7 |
|
11. |
Sumatera Selatan |
8 |
|
12. |
Lampung |
8 |
|
13. |
Kalimantan Barat |
8 |
|
14. |
Kalimantan Tengah |
4 |
|
15. |
Kalimantan
Selatan |
8 |
|
16. |
Kalimantan Timur |
8 |
|
17. |
Sulawesi Utara |
9 |
|
18. |
Sulawesi Tengah |
4 |
|
19. |
Sulawesi Selatan |
25 |
|
20. |
Sulawesi Tenggara |
6 |
|
21. |
Maluku |
4 |
|
22. |
Bali |
10 |
|
23. |
Nusa Tenggara
Barat |
4 |
|
24. |
Nusa Tenggara
Timur |
4 |
|
25. |
Papua |
5 |
|
26. |
Bengkulu |
4 |
|
27. |
Maluku Utara |
2 |
|
28. |
Banten |
3 |
|
29. |
Bangka Belitung |
3 |
|
30. |
Gorontalo |
3 |
|
31. |
Kepulauan Riau |
3 |
|
32. |
Sulawesi Barat |
1 |
|
Jumlah |
440 |
Lampiran 2.
Responden verifikasi rintisan SMA kategori mandiri
RESPONDEN VERFIKASI
RINTISAN
SMA KATEGORI MANDIRI TAHUN 2007
|
No. |
Profil Sekolah Kategori Mandiri |
K |
Wk1 |
Wk2 |
Wk3 |
Gr |
Sw |
TU |
KS |
|
Komponen |
Aspek dan Indikator |
|
1. |
Standar
isi dan standar kompetensi
lulusan |
1.1
Memiliki dokumen Kurikulum |
Ö
|
Ö
|
Ö
|
Ö
|
|
|
|
|
|
1.2
Komponen KTSP |
Ö |
Ö |
Ö |
Ö |
|
|
|
|
|
1.3
Penyusunan/ pengembangan silabus |
Ö |
Ö |
Ö
|
Ö
|
|
|
|
|
|
2. |
Standar
proses |
2.1
Penyiapan perangkat pembelajaran |
|
Ö |
|
|
Ö |
|
|
|
|
2.2
Pelaksanaan proses pembelajaran |
|
Ö
|
|
|
Ö
|
Ö
|
|
|
|
2.3.
Pengawasan proses pembelajaran |
Ö |
Ö
|
|
|
Ö
|
|
|
|
|
3. |
Standar
pendidik dan tenaga
kependidikan |
3.1
Kualifikasi akademik tenaga pendidik |
Ö |
|
|
|
Ö
|
|
Ö |
|
|
3.2
Tenaga kependidikan |
Ö |
Ö |
Ö |
Ö |
|
|
Ö |
|
|
4. |
Standar
sarana dan prasarana |
4.1
Ruang kelas |
|
|
Ö |
|
|
|
Ö |
|
|
4.2
Ruang perpustakaan |
|
|
Ö |
|
|
|
Ö |
|
|
4.3
Laboratorium Biologi |
|
|
Ö |
|
|
|
Ö |
|
|
4.4
Laboratorium Fisika |
|
|
Ö |
|
|
|
Ö |
|
|
4.5
Laboratorium Kimia |
|
|
Ö |
|
|
|
Ö |
|
|
4.6
Laboratorium Komputer |
|
|
Ö |
|
|
|
Ö |
|
|
4.7
Laboratorium Bahasa |
|
|
Ö |
|
|
|
Ö |
|
|
4.8
Ruang pimpinan |
|
|
Ö |
|
|
|
Ö |
|
|
4.9
Ruang guru |
|
|
Ö |
|
|
|
Ö |
|
|
4.10
Ruang tata usaha |
|
|
Ö |
|
|
|
Ö |
|
|
4.11
Tempat beribadah |
|
|
Ö |
|
|
|
Ö |
|
|
4.12
Ruang konseling |
|
|
Ö |
|
|
|
Ö |
|
|
4.13
Ruang UKS |
|
|
Ö |
|
|
|
Ö |
|
|
4.14
Ruang organisasi kesiswaan |
|
|
Ö |
|
|
|
Ö |
|
|
4.15
Jamban |
|
|
Ö |
|
|
|
Ö |
|
|
4.16
Gudang |
|
|
Ö |
|
|
|
Ö |
|
|
4.17
Ruang sirkulasi |
|
|
Ö |
|
|
|
Ö |
|
|
4.18
Ruang bermain/ berolahraga |
|
|
Ö |
|
|
|
Ö |
|
|
5. |
Standar
pengelolaan |
5.1
Perencanaan program |
Ö |
|
|
|
|
|
|
|
|
5.2
Pedoman pengelolaan sekolah |
Ö
|
|
|
|
|
|
|
|
|
5.3
Struktur organisasi sekolah |
Ö
|
|
|
|
|
|
|
|
|
5.4
Pelaksanaan kegiatan sekolah |
Ö
|
|
|
|
|
|
|
|
|
5.5
Kesiswaan |
Ö |
|
|
Ö |
|
|
|
|
|
5.6
Pengawasan |
Ö |
|
|
|
|
|
|
|
|
5.7
Evaluasi |
Ö |
Ö |
|
|
|
|
|
|
|
5.8
Sistem informasi manajemen |
Ö
|
Ö
|
Ö
|
Ö
|
|
|
Ö
|
|
|
6. |
Standar
pembiayaan |
6.1
Jenis dan Sumber pembiayaan |
Ö |
|
|
|
|
|
Ö |
Ö |
|
6.2
Program pembiayaan |
Ö |
|
|
|
|
|
Ö |
Ö |
|
No. |
Profil Sekolah Kategori Mandiri |
K |
Wk1 |
Wk2 |
Wk3 |
Gr |
Sw |
TU |
KS |
|
Komponen |
Aspek dan Indikator |
|
7. |
Standar
penilaian pendidikan |
7.1
Perangkat penilaian |
Ö |
Ö |
|
|
Ö |
|
|
|
|
7.2
Pelaksanaan penilaian |
Ö |
Ö |
|
|
Ö |
|
|
|
|
7.3
Hasil penilaian |
Ö |
Ö |
|
|
Ö |
|
|
|
|
8. |
Kesiapan sekolah dan dukungan eksternal
|
8.1
Kesiapan |
Ö |
Ö |
Ö |
Ö |
Ö |
|
Ö |
|
|
8.2
Dukungan Eksternal |
Ö |
|
|
|
|
|
|
Ö |
Keterangan:
K =
Kepala Sekolah
Wk1 = Wakil
Kepala Sekolah Bidang Akademik
Wk2 = Wakil
Kepala Sekolah Bidang Sarana Prasarana
Wk3 = Wakil
Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan
Gr = Guru
Sw =
Siswa
TU = Tata
Usaha
KS =
Komite Sekolah
Lampiran 3.
Contoh jadwal kegiatan verifikasi rintisan SMA kategori mandiri
Lampiran 3,
Contoh Jadwal Pelaksanaan Verifikasi SKM
JADWAL
VERIFIKASI RINTISAN SMA KATEGORI MANDIRI
SMA
.......................................
TANGGAL:
...... S.D .................. 2007
|
No. |
Kegiatan |
Hari, Tanggal |
Jam |
|
1. |
Temu
awal
Menyampaikan:
a.
Menyampaikan maksud dan tujuan
b.
Jadwal kegiatan
c.
Meminta pendamping
|
Hari 1,
.......2007
|
07.30-08.15 |
|
2. |
Pengumpulan data dan informasi 8 komponen profil SMA kategori mandiri
(wawancara, studi dokumen, studi lapangan)
|
Hari 1,
.......2007
|
08.15-16.00
|
|
3. |
Lanjutan pengumpulan data dan informasi 8 komponen profil SMA kategori
mandiri (wawancara, studi dokumen, studi lapangan)
|
Hari 2,
.......2007
|
07.30-10.00 |
|
4. |
Pengolahan Hasil dan Perumusan Program Kerja
|
Hari 2,
.......2007
|
10.00-14.00 |
|
5. |
a.
Penyepakatan Hasil
b.
Informasi Penyusunan Program Kerja Sekolah
|
Hari 2,
.......2007
|
14.00-16.00 |
|
6. |
Penutupan
|
Hari 2,
.......2007
|
16.00-16.15 |
Catatan:
Kegiatan dan jam dapat dikembangkan lebih lanjut oleh petugas sesuai dengan
situasi dan kondisi setempat
|